Rabu, November 09, 2005

Tidak satu jalan ke Padang

Minggu lalu, awal agust 2005, ada acara penganugerahan bonus pengabdian 10 tahun kepada karyawan yang telah memasuki masa kerja 10 tahun. Apa yang menarik?
Posisi/jabatan masing-masing penerima berbeda-beda, bahkan ada yang lebih dari 2 level bedanya. Ada yang manajer, kemudian ada yang beberapa tingkat dibawah manajer, tetapi kesemuanya memegang posisi manajerial. Memang ada kesamaan, yang pasti mereka semua sudah beranjak dari posisi/jabatan awal ketika baru memulai karir (masa' 10 tahun kerja gak ada promosi ..).

Dari track record-nya, memang kinerjanya berbeda-beda, wajar saja bidangnya beda, tantangan dan achievement-nya juga beda. Apakah ada peran latar belakang akademis? Ada yang berlatar belakang teknik (D3 atau S1), kemudian ada juga non-eksakta, dan atau SMA.

Tebak mana yang paling tinggi achievement-nya? alumnus teknik? non-eksakta?
Ternyata yang paling tinggi adalah yang paling bagus kemampuan administraturnya, walaupun itu mungkin tidak berhubungan dengan latar belakang akademisnya.

Soal pengalaman, ini memang rumit dan subjektif. Jika si A sudah bekerja selama 10 tahun, dan si B sudah bekerja selama 6 tahun, apakah otomatis pengalaman si A lebih banyak dari si B?

Bagi saya tidak, tidak selalu begitu. Jika si A perkerjaannya hanya mengulang hal yang sama 1 tahun, dan berubah setiap 4 tahun, maka pengalamannya sama dengan 2,5 tahun. Jika si B membuktikan prestasi yang bagus di setiap pekerjaannya, bisa jadi 6 tahun masa kerjanya dihargai 6 tahun pengalaman juga. Tapi harus diingat ada bidang-bidang tertentu yang penilainnya beda, misalnya untuk Sales, cukup dengan proven track-record penjualan sekian Rp. XXXX dengan kuantitas YYYY dan selalu
meningkat selama masa kerja, posisi Sales Manager atau direktur marketing sudah kelihatan di ujung jalan.

Kenapa saya ceritakan ini?
Saya ingin share sesuatu, selama ini saya sering banget nemuin orang-orang dengan masalah kerjaan dan karirnya. Banyak yang tidak punya tujuan karir yang jelas, atau minimal mempunyai target apa yang ingin dia raih dalam jangka pendek dan menengah.
Beruntung kalau bekerja di perusahaan/instansi yang sudah punya pola karir standar, tinggal mengikutinya, melakukan yang terbaik, and soon you'll be on the fast track..

Bagaimana dengan rekan-rekan yang kebetulan tidak punya banyak kesempatan dan jalur karir yang pas? Mereka tetap punya pilihan, walaupun lebih "keras dan sulit", percayalah, tidak satu jalan ke Padang... ;-)

Oops.. saya termasuk yang mana ya..


Cawang, September 2005

Tidak ada komentar: