Selasa, Januari 29, 2008

Fedora Sebagai Server Utama, Amankah?

Fedora adalah distro Linux dari yayasan Fedora yang masih dibawah Redhat. Fedora boleh dibilang selama ini merupakan distro ujicoba Redhat untuk software / fitur-fitur terbaru yang dikeluarkan Redhat. Ini ditandai dengan jeda rilis Fedora yang termasuk cepat, sekali 6 bulan, sedangkan jeda rilis distro Redhat bisa bertahun-tahun. Software/fitur yang sudah mapan digunakan di Fedora beberapa rilis, bisa dimasukkan sebagai software/ fitur standar di Redhat.

Dapat disimpulkan:
  • Jika mengejar fitur terbaru yang ada di Linux, gunakan distro yang mempunyai jeda rilis pendek, seperti Fedora dan Ubuntu.
  • Jika mengejar stabilitas, gunakan distro yang mempunyai jeda rilis panjang.
Dengan kata lain, Fedora dan Ubuntu lebih cocok untuk desktop yang kebutuhan penggunaan dan fiturnya perlu yang terbaru, walau tidak salah juga dibuat sebagai server.

Apakah dengan begitu menggunakan Fedora tidak aman?
Bagaiamanapun, Fedora datang dengan software / fitur yang sudah diproses sesuai standar pengembangan software. Mungkin software/fitur tersebut belum teruji untuk penggunaan berat, misalnya sebagai server untuk ribuan client, tetapi untuk pemakaian standar, harusnya tidak masalah.


Lalu apa kriteria Fedora jadi pilihan?
Gunakan Fedora jika fitur/software yang dibutuhkan rilis terbaru yang hanya mungkin ada di Fedora. Jika tidak, gunakan distro mapan seperti Redhat atau Slackware.

Tidak ada komentar: