Kamis, Januari 17, 2008

Manajemen Kehidupan Data

Sejak era komputer merasuki semua sisi kehidupan, data menjadi bagian penting dan berharga. Kalau di zaman manual pertumbuhan data berlangsung lambat walau volumenya jauh lebih besar, di zaman komputer ini data tumbuh sangat cepat karena sangat mudah menyimpan data sesuatu sehingga terdorong keinginan mendata segala sesuatunya.

Ini sesuai juga dengan prinsip ISO 9000 "Tulis apa yang anda lakukan, lakukan apa yang anda tulis", maksudnya dokumentasikan apa yang sudah dilakukan, dan lakukan suatu pekerjaan/aktivitas sesuai dengan langkah-langkah/prosedur yang sudah dibuat.

Kian besarnya pertumbuhan data ternyata dapat diimbangi oleh perkembangan teknologi penyimpanan data. Dari teknologi IDE yang murah meriah dengan performance sepadan, teknologi SCSI, sampai saat ini dengan teknologi SATA dan SAS yang lebih baik dari SCSI.

Kalau dulu tahun 1995, waktu masih kuliah, harddisk 40MB sudah barang bagus, dapat harddisk 200MB adalah suatu kemewahan. Harddisk SCSI waktu itu baru dikenal lewat bacaan. Saat ini, dari akhir 2007, saya sudah pakai harddisk SATA 1 TB (terabyte), SAS 300 GB, dan beberapa SCSI < 100 GB.

Sejak 2002 sebenarnya sudah kepikiran, harddisk SCSI 9GB dari HP yang didesain untuk hotswap di server yang harganya sampai 1000 US Dollar benar-benar mengganggu pikiran. Kapasitas penyimpanan di File server dalam setahun habis dengan cepat, sementara penambahan harddisk yang butuh 1000 USD setiap penambahan 9 GB benar-benar memberatkan bagi perusahaan komponen elektronik ini.
Alternatif pertama dicobalah harddisk IDE yang sudah mulai mengeluarkan ukuran 80 GB - 120 GB. Jauh lebih murah daripada harddisk SCSI, tetapi kinerjanya juga jauh dibawah harddisk SCSI.

Alternatif kedua dicoba menggunakan harddisk SCSI diluar merek server, seperti seagate dan maxtor. Kebetulan sudah ada server baru yang sistem penyimpanannya tidak hotswap, sehingga lebih rendah resikonya jika dipasang harddisk generic ini. Lumayanlah, sedikit lebih mahal dari IDE, tetapi kinerjanya sudah jauh lebih baik.

Beragamnya media penyimpanan ini akhirnya jadi pertimbangan utama dalam pengelolaan data.
  • Data yang perlu diakses cepat dan penting diletakkan di harddisk yang berkinerja tinggi (SCSI / SAS). Umumnya untuk data aktif di File Server dan Database Server, Mail Server. Ciri-cirinya adalah volume tinggi, akses tinggi.
  • Data yang tidak terbebani oleh akses banyak diletakkan di harddisk SCSI yang lebih murah. Ciri-cirinya adalah volume tinggi, akses rendah.
  • Data lama dan data backup diletakkan di harddisk IDE / SATA. Data tipe ini sudah jarang diakses.

Tahun 2007 pengaturan pengalokasian media penyimpanan data dibuat lebih disiplin lagi karena pertumbuhan data sangat tinggi akibat pertumbuhan organik perusahaan juga tinggi. Pada Oracle summit di Desember 2008 di hotel Shangri-la Jakarta, ternyata topik manajemen kehidupan data (Data Lifecycle Management) adalah salah satu fitur unggulan Oracle untuk produknya Oracle 11g.

Tapi untuk saat ini sampai tahun fiskal 2008, metode pengelolaan pengalokasian data dan media penyimpanannya masih akan ditangani secara semi manual sembari mencari solusi yang lebih baik yang muncul.

Tidak ada komentar: