Rabu, Januari 23, 2008

Total cost of ownership (TCO)

Total cost of ownership (TCO) menurut Wikipedia adalah estimasi finansial yang dirancang untuk membantu konsumen dan para manajer untuk memperkirakan biaya langsung dan tidak langsung yang berkaitan dengan software dan hardware.

Analisis TCO berasal dari Group Gartner tahun 1987 dan terus dikembangkan. Idealnya penilaian TCO selain mengandung biaya pembelian, juga semua aspek dalam penggunaan dan perawatan suatu peralatan atau System. Meliputi:
- Biaya Pelatihan untuk petugas support.
- Biaya pelatihan untuk user
- Biaya yang terjadi jika terjadi kerusakan (terencana atau tidak terencana).
- Insiden yang mengurangi kinerja (misal: user menunggu selama ada perbaikan)
- Biaya jika ada masalah keamanan (reputasi dan pemulihannya)
- Biaya persiapan bencana dan pemulihannya.
- Ruangan
- Listrik
- Biaya pengembangan
- Biaya test infrastruktur IT
- Quality Assurance
- Boot image control
- Penanganan sampah elektronik
- Penonaktifan sistem / peralatan

Menurut Microsoft, komponen TCO terbesar adalah:
- Biaya SDM, sampai 60% TCO.
- Biaya downtime, sampai 15% TCO.
- Biaya pembelian hanya memakan 7% TCO.

Semua standar dan studi kasusnya terjadi di USA.


Masih ada dua pertanyaan:
  • Kenapa semua sumber informasi TCO selalu melibatkan Microsoft?
  • Bagaimana perhitungan TCO di Indonesia?

Beberapa fakta untuk Indonesia:
  • Gaji seorang staf IT/Engineer IT dengan pengalaman 1-3 tahun, rata-rata dibawah kisaran 5 jt rupiah per bulan (hasil nanya2 dari beberapa sampel). Sementara gaji profesional IT dengan kualifikasi sama di USA gajinya pasti lebih dari USD 2000 per bulan. Mengingat software yang dijual di Indonesia harganya sama atau lebih mahal dari di USA, sedangkan gaji profesional IT di Indonesia hanya 1/4 - 1/10 gaji profesional IT di USA, maka hitungan persentase TCO tersebut khususnya komponen SDM jadi tidak valid untuk kondisi Indonesia.
  • Biaya pelatihan IT di Indonesia untuk paket lokal, harganya sudah disesuaikan dengan standar gaji lokal. Biaya pelatihan untuk suatu sertifikasi Internasional yang mencapai 2 jt rupiah misalnya sama dengan 1 sampai 1/5 gaji bulanan profesional IT di Indonesia, jumlah yang sama hanyalah 1/10 gaji profesional IT di USA.
Catatan:
Asumsi gaji profesional IT di USA saya ambil terendah, karena dari beberapa sumber, mencapai puluhan ribu (> 20.000) USD per tahun.
Kalau ada informasi yang lebih valid mengenai pendapatan orang-orang IT di luar negeri, nanti akan di catat lagi.

Tidak ada komentar: