Senin, Februari 25, 2008

Cinta Produk Indonesia

Tulisan ini saya ambil dari posting saya di milis APICS-ID Agustus 2007 lalu.

Dua jenis produk lokal:
  1. Merek dan produksi lokal.
  2. Merek Internasional produksi lokal.

Kita memang memerlukan aksi nyata dalam membesarkan industri dalam negeri. Banyak hal sebenarnya bisa kita mulai, diantaranya sebagai berikut:
  • Mengutamakan merek lokal dan produksi lokal. Seberapa sering kita membaca informasi produsen dan manufaktur di suatu produk? Sekarang ini di swalayan banyak produk kebutuhan sehari-hari buatan lokal dan juga yang import, bisa jadi dari merek global yang sama. Usahakanlah memilih produk yang di produksi lokal. Keuntungannya bukan hanya untuk pedagang, tapi juga akan sampai ke karyawan pabrik produsennya.
  • Mengutamakan produksi lokal dibanding produksi luar negeri untuk Merek Internasional. Walaupun suatu merek/brand adalah merek internasional, tetapi jika di produksi di dalam negeri, tetap akan memberikan pengaruh positif yang lebih baik.
Contoh aksi nyata yang bisa dilakukan:
  • Beli PC, dan notebook merek lokal (Zyrex, Relion, Extron, dll). Kualitas, harga dan layanannya sudah bisa diandalkan. Saya sudah membuktikannya untuk PC selama 2.5 tahun terakhir ini, juga untuk beberapa tipe server. Mudah-mudahan dalam 3 tahun ke depan merek lokal akan menjadi mayoritas dibanding sekarang yg masih dipegang merek luar.
  • Software aplikasi bisnis. Saat ini sudah banyak produk software lokal yang bisa diandalkan untuk aplikasi bisnis seperti software akuntansi. Layanan dukungan dan purna jualnya juga semakin baik.
  • Membeli mobil yang dirakit di dalam negeri daripada membeli mobil yang di impor untuh.
  • Hanya membeli sandang / pakaian yang dibuat oleh industri dalam negeri.
  • Mengutamakan membeli buah-buahan dari dalam negeri.
  • Mengutamakan makan di restoran yang pemilik dan mereknya adalah lokal.
  • Menggunakan maskapai nasional untuk terbang keluar negeri (selagi jalur penerbangannya ada).
  • Dst...
Apa hal minimum yang diharapkan dengan tindakan seperti ini?
  • Menguatnya merek lokal
  • Meningkatnya produksi lokal.
Dua alasan diatas berpengaruh positif terhadap tenaga kerja yang terlibat untuk produksi, dan bergeraknya supplier / vendor / sistem bisnis pendukung industri tersebut.

Jika perusahaan-perusahaan Jepang, Korea, China cenderung menggunakan supplier dari kalangan mereka sendiri, saatnya kita juga bertindak
begitu. Dengan tetap memegang kaidah-kaidah pengelolaan yang baik, masalah kualitas dan harga akan terus membaik sesuai standar yang ada.

Tidak ada komentar: