Minggu, April 27, 2008

Internet dan Bahasa Indonesia

Apakah ada pengaruh internet terhadap Bahasa Indonesia? Kalau dari sisi penambahan kosakata, itu sudah termasuk dalam konteks teknologi Informasi dan Telekomunikasi (telematika).

Sampai saat ini, jumlah situs internet yang menyediakan halaman berbahasa Indonesia sudah jauh lebih banyak daripada jumlah perangkat lunak yang dipasang di komputer di Indonesia. Masih sangat sedikit perangkat lunak yang menyediakan pilihan Bahasa Indonesia. Beberapa yang ada pun masih berupa perangkat tambahan fitur seperti di produk Microsoft WindowsXP, Vista, dan Microsoft Office 2003. Malah mungkin lebih banyak perangkat lunak yang FOSS atau pun gratisan yang menyediakan pilihan berbahasa Indonesia, misalnya IZARC, Context, dll.

Bandingkan dengan situs internet yang sudah menyediakan halaman berbahasa Indonesia:
Situs-situs diatas ada yang menyediakan domain/subdomain khusus untuk halaman web berbahasa Indonesia, ada juga yang menyediakan pilihan bahasa saja di satu domain.

Apa perlunya situs berbahasa Indonesia?

Dari informasi detik.com sebanyak 20-25 juta pengguna internet di Indonesia untuk tahun 2007. Sementara lulusan perguruan tinggi setiap tahun berkisar 300 ribu orang, dan 3 juta lebih pelajar SMA. Misalkan total penduduk terpelajar (SMA, S1) ini yang menjadi pengguna internet, dari jumlah itu apakah yang memahami dan menguasai bahasa Inggris minimal pasif sampai setengahnya? Kelompok yang bisa berbahasa Inggris aktif akan jauh lebih sedikit lagi.

Kalau ditilik dari semakin banyaknya situs yang menyediakan layanan dalam Bahasa Indonesia, dapat disimpulkan:
  • pengguna/pengakses internet dari Indonesia bertambah.
  • situs berbahasa Indonesia cukup diminati oleh pengguna internet di Indonesia.
Sebagai salah satu bangsa dan jumlah penduduk yang sangat besar, kehadiran situs-situs asing berbahasa Indonesia merupakan pengakuan atas potensi bangsa Indonesia, dan penghargaan pada pada eksistensi Bahasa Indonesia yang digunakan oleh bangsa Indonesia. Dengan cara ini akhirnya Bahasa Indonesia mulai bisa digunakan di PC sehari-hari tanpa merasa jengah lagi dengan padanan kata yang digunakan untuk istilah-istilah telematika.

Jengah? Ya, saya masih sering mendengar komentar "koq jadi kedengaran aneh?", "tidak keren!", "tidak pas!", "tidak moderen", dsb ketika mendengar istilah bahasa Indonesia digunakan di seputar telematika.
Mengganti download dengan unduh, account dengan akun, dst, atau nama perangkat lunak dibuat berbahasa Indonesia, pelan-pelan mulai bisa diterima luas.

Bisa dimaklumi kalau kebanyakan rakyat Indonesia menganggap istilah-istilah dalam bahasa asing (bahasa Inggris dan latin) lebih keren, maju, intelek, moderen. Karena sudah dijajah sampai 3.5 abad lebih sehingga penyakit rendah diri sudah merasuk menjadi kromosom dan diturunkan secara genetik dalam DNA .. :-)

Akibatnya dibutuhkan sosialisasi dan penyadaran yang serius, bertahap dan berkesinambungan berkelanjutan. Sehingga DNA rendah diri tadi tidak lagi dominan dan bisa menghilang di keturunan berikutnya.

Saya pernah dikeluhkan oleh beberapa karyawan di tempat saya bekerja karena memasang fitur Bahasa Indonesia di PC mereka, sehingga akhirnya saya kembalikan lagi ke konfigurasi awal, berbahasa Inggris. Alasannya, mereka merasa kemampuan Bahasa Inggris mereka masih perlu ditingkatkan lagi, sementara penggunaan PC berbahasa Indonesia mengurangi intensitas belajar mereka.

Di lain masalah, saya kesulitan mengajar pengasuh anak untuk menggunakan komputer dan mengakses video anak-anak di youtube atau situs-situs yang diminati anak sulung saya yang baru mau 2 tahun. Juga ada kesulitan mengajari orang tua yang sudah berumur kepala lima hampir enam. Meminta mereka untuk belajar Bahasa Inggris jelas bukan pilihan bagi mereka dan saya.

Semoga kedepannya semua situs internet bisa diakses dalam bahasa Indonesia, dan termasuk software / perangkat lunak yang digunakan, sehingga suatu saat menggunakan komputer tak perlu lagi dikaitkan dengan Bahasa Inggris. Sama halnya dengan orang Jepang, China, atau Thailand yang menggunakan aksara mereka sendiri dan dalam bahasa mereka sendiri di komputernya.

Mudah-mudahan ini juga menjadi jalan untuk menempatkan Indonesia sebagai basis lokasi server internet dari situs-situs global.

Ayo, gunakan situs-situs yang menyediakan layanan berbahasa Indonesia.

Tulisan ini dibuat di Ubuntu 7.04 yang sudah di set berbahasa Indonesia dengan browser Firefox 2.0.0.14 yang masih berbahasa Inggris dengan koneksi internet dari Fastnet.

Silahkan lihat juga penerjemahan-openofficeorg-2x.

Tidak ada komentar: