Sabtu, Mei 10, 2008

Citarik, Jakarta, dan Perahu Karet

Sabtu tanggal 3 Mei 2008 lalu berkesempatan ke Citarik bersama rekan-rekan kerja untuk menjajal perahu karet dan sungai Citarik.

Berangkat jam 7 pagi dari Jakarta, 45 menit kemudian tiba di perhentian pertama untuk berkumpul dan koordinasi dulu di tempat peristirahatan tol di Sentul. Alhamdulillah lalu lintas relatif lancar, walau di beberapa tempat sempat tersendat macet sebentar. Sampai di tempat perhentian kedua di restoran Bambu Kuring sesuai rencana sekitar jam 10, tak jauh dari jalan masuk ke Citarik dari jalan raya Bogor-Sukabumi.

Perjalanan masuk ke Citarik ini sangat lancar, lalu lintas sepi, jalan turun naik namun teraspal bagus, Di kiri kanan ada kebun durian, karet, sampai kebun sawit yang sangat luas sampai beberapa bukit. Sampai di pos "Arus Liar" di pinggir sungai Citarik sekitar jam 11:30.

Mungkin karena termasuk long-weekend tak resmi, hari sabtu itu peserta arung jeram di "Arus Liar" lumayan ramai. Akhirnya kebagian jadwal jam satu siang seusai rencana, sehingga bisa sholat zhuhur terlebih dahulu.

Setelah berganti kostum dan menyimpan semua barang di mobil, jam satu siang acara berperahu di mulai. Ada penjelasan singkat dari instruktur mengenai jadwal, aturan-aturan keselamatan di sungai berarus, pemakaian pelampung dan dayung, semua peserta diangkut ke titik pemberangkatan dengan sebuah mobil pickup colt L300 dan T120ss. Lokasi titik pemberangkatan ini sekitar dua kilometer lebih ke hulu dari pos awal. Oya, rutenya lumayan berat, beberapa turunan dan tanjakan cukup curam.

Di lokasi titik pemberangkatan sejumlah perahu karet sudah menunggu. Sedikit acara pembagian perahu dan penugasan instruktur untuk masing-masing perahu.

Selanjutnya tinggal acara mengarungi sungai Citarik. Debit air waktu itu sekitar 70 cm, termasuk normal, cukuplah untuk orang-orang yang baru naik perahu karet. :-)

Perjalanan sepanjang 8 kilometer di sepanjang Citarik dibagi atas dua tahap, tahap pertama dari titik pemberangkatan ke pos awal, diselingi istirahat sekitar 15 menit. Tahap kedua dari pos awal ke titik akhir. Di pos akhir ini peserta disuguhi kelapa muda.

Sekitar jam 4 sore acara berperahu selesai. Semua peserta juga sudah mandi di tempat pemandian berupa air pancuran (shower), di pisah antara bagian laki-laki dan perempuan. Selanjutnya semua peserta dibawa ke sebuah komplek saung/pondok untuk makan siang (sore kali..). Semuanya makan nikmat dengan menu ayam goreng dan karedok ditambah kerupuk.

Alhamdulillah sepanjang acara matahari terasa pas. Baru saat akan pulang turun gerimis yang menyertai beberapa kilometer jalan pulang.

Ini merupakan pengalaman pertama saya naik perahu karet. Dulu di Februari 2007, saat rumah (kontrakan) saya direndam banjir sampai ke atap, banyak perahu karet berseliweran sampai ke kali Ciliwung. Sekarang ke Citarik naik perahu karet malah harus bayar... hehehe.

Tanggal 8 mei lalu, tol bandara terendam air pasang (lagi dan lagi). Sepertinya perahu karet akan menjadi perangkat standar warga Ibukota...

Tidak ada komentar: