Selasa, Juni 03, 2008

Berapa Milyar Subsidi BBM Dibakar Sia-Sia Tiap Hari di Jakarta?

Pagi ini jam 7.00, sama seperti hari-hari sebelumnya, deretan mobil akibat kemacetan di tol Cikampek arah Jakarta sudah mencapai Bekasi Barat dari gerbang tol Pondok Gede. Dan bisa dilihat dalam beberapa menit bisa mencapai Bekasi Timur. Sebelumnya, jam 6:30, kemacetan yang sama, deretan mobil dari arah tol Cibubur dan tol Cikampek sudah sampai macetnya ke Kuningan. Tidak tahu sampai jam berapa kemacetan pagi usai, yang pasti sorenya jam 6, kemacetan sudah di arah sebaliknya.

Karena perjalanan pagi saya hanya dari Jakarta ke arah Cikarang, saya tidak tahu keadaan tol Kebon Jeruk sampai Tomang. Dulu sewaktu masih tinggal di Grogol, daerah Grogol Tomang selalu macet selepas jam 7 pagi. Barangkali sekarang keadaannya sudah berubah lebih baik.

Kejadian ini sudah merupakan rutinitas yang harus saya lihat setiap berangkat dan pulang kerja, sejak tahun 2002 dulu. Situasi yang berambah macet ini walaupun tidak mengganggu perjalanan saya yang berada di arah sebaliknya, tetap mengganggu pikiran. Tahun 2004 pindah kost ke Cawang dari Grogol gara-gara dalam 2 tahun lama waktu tempuh Cawang-Grogol meningkat sampai lebih dari 30 menit di jam pulang saya, diatas jam 18-an.

Sekarang, setelah kenaikan BBM 2005 dan 2008, keadaan yang sama masih disana.

Berapa waktu terbuang, berapa BBM bersubsidi yang terbuang, berapa persen tingkat produktifitas warga Jakarta sekitarnya yang tertekan...

Apakah jumlah kerugian yang ditimbulkan tidak cukup untuk membuat suatu rencana perubahan yang lebih baik dan segera?

Tidak ada komentar: