Rabu, Juli 30, 2008

Tips Memanfaatkan Buku Sekolah Elektronik

Mengingat simpang siurnya pemanfaatan buku sekolah elektronik (BSE) ini, berikut kemungkinan asumsi dasar dijalankannya BSE:
  • Biaya distribusi memakan bagian cukup besar dari harga buku, terutama di luar Jawa.
  • Biaya royalti penulis memakan bagian tersendiri dari harga buku.
  • Distribusi buku cukup memakan waktu untuk daerah di luar Jawa.

Berikut tips pemanfaatan BSE:
  • Pengunduhan. BSE bisa diunduh langsung di sekolah yang memerlukan jika mempunyai fasilitas internet. Jika tidak ada fasilitas internet, pengunduhan bisa dilakukan di warnet, bahkan bisa minta bantuan petugas warnet. Ini bukan hal sulit dan lama, dengan meratanya koneksi speedy dari telkom, satu buku bisa diunduh dalam beberapa menit.
  • Pengiriman CD/media optik. Jika suatu daerah sangat terpencil dan akses internet yang murah (kabel) tidak ada, sebaiknya disediakan fasilitas pengiriman CD/media optik ke sekolah yang membutuhkan.
  • Pencetakan. BSE tetap harus dicetak karena proses belajar mengajar membutuhkan buku hardcopy. Pencetakan yang lebih murah sebaiknya dilakukan secara massal, baik dengan mengkoordinasikan pencetakan dengan orang tua murid di satu sekolah, atau sekelompok sekolah bersepakat mencetak buku bersama.
BSE hanya menyederhanakan proses distribusi menjadi lebih singkat dan murah. Bukan untuk dibaca dari komputer, karena metode belajar di Indonesia masih dirancang untuk interaksi tanpa komputer untuk setiap murid.

Tidak ada komentar: