Senin, Agustus 11, 2008

Taksi Ekspres dan Sopir Serep

Ternyata taksi Ekspress mempunyai sopir kedua selain sopir utama yang menjadi pemilik taksi. Sayangnya sopir serep ini tidak berperilaku seperti sopir utama.

Sopir serep ini biasanya lebih muda, kodenya (C) Charlie. Cuma bayar 500 ribu rupiah ke pihak perusahaan, bukan seperti sopir utama yang harus memberi DP mobil taksi sampai jutaan rupiah.

Selain culas dengan argo, juga culas dalam memilih jalan sehingga jadinya lebih jauh. Selain itu juga cuek dengan penumpang, tidak ada rasa pelayanan sama sekali. Semisal merokok padahal penumpang sudah naik walaupun masih menunggu.

Juga ada kejadian kejahatan seperti diberitakan kompas.

Kalau dulu saya memasukkan taksi Ekspres sebagai taksi yang aman digunakan, sepertinya saat ini kondisinya sudah berubah. Karena ini bukan masalah argo yang dipermainkan saja, tapi sudah ke pelayanan dari pengemudinya. Kalau masalah argo mungkin karena masih transisi ke tarif baru, sedangkan masalah pelayanan adalah karakter umum perusahaan, walaupun semisalnya hal itu hanya terjadi pada sopir kedua/sopir serep.

Tidak ada komentar: