Sabtu, Oktober 25, 2008

Instalasi Subversion

Setelah menimbang-nimbang antara version control terdistribusi dan version control terpusat, akhirnya saya putuskan menggunakan subversion, sebuah version control terpusat. Kelihatannya lebih cocok dengan tipikal penggunaan saya.

Langkah-langkah instalasi subversion:

  • unduh installer subversion, baik server maupun client. Kalau versi linux biasanya cukup dari repositori saja, sedangkan versi windows harus di unduh dari situsnya.
  • pasang subversion. tentukan lokasi repositori yang diinginkan. tentukan juga model otentikasinya. sayang otentikasi standar belum mendukung LDAP, perlu usaha tambahan agar bisa otentikasi menggunakan LDAP.
  • memasukkan berkas ke subversion dengan melakukan import dari folder berkas sumber.
Sayangnya subversion tidak dirancang dengan pengaturan hak akses yang lebih kompleks karena hanya mendukung pengaturan akses sampai level folder saja, sehingga memang hanya cocok untuk pengembangan software saja.

Kelebihan subversion:
  • multiplatform, tersedia di Linux, Windows, MacOS.
  • bisa memilih antara metode locking dan non-locking.
  • working copy repositori bisa diletakkan dimana saja, tidak harus sama lokasinya di semua komputer pengaksesnya.
  • bisa diintegrasikan otentikasinya ke LDAP server seperti OpenLDAP, Fedora Directory Server, Microsoft Active Directory Server.
  • pilihan client tools untuk mengaksesnya lumayan banyak. Untuk di Windows bisa memakai TortoiseSVN, untuk Linux bisa memakai rapidsvn.
Perangkat lunak yang mempunyai kemampuan version control serta bisa menangani hak akses user yang lebih kompleks bisa digunakan untuk keperluan lain diluar pengembangan software. Tapi ini memang lebih ke document management. Sementara ini subversion cukup untuk menangangi berkas .php saja.

Tidak ada komentar: