Selasa, Agustus 04, 2009

Sayonara Panas...

Saya bukan tergolong orang yang suka tidur pakai selimut tebal sehingga harus di ruangan ber-AC, saya hanyalah orang ndeso yang tidurnya jadi lebih segar dan berkualitas kalau bangunnya sedikit berkeringat gerah. Makanya selama bujangan, 4 tahun nikah sampai tahun ini cuma pake exhaust, tak terpikir untuk membeli AC, pengatur suhu ruangan.

Bagaimana mau tidur di ruangan ber-AC, kalau kena suhu dingin secara tidak hati-hati bisa berujung batuk dan pilek. Begitu juga anak-anak, sama saja sepertinya.

Tapi setelah dipikir-pikir, kasihan juga melihat si sulung tidurnya sering terganggu karena berkeringat, sehingga mengganggu kualitas tidurnya, sementara dia masih dalam masa pertumbuhan. Efek lainnya, si sulung jadi suka masuk kamar ayah ibunya di tengah malam, karena kamarnya panas, banyak nyamuk, dll.

Sedikit riset mengenai alat pendingin ruangan ini. Ternyata sekurangnya ada tiga kelompok; perangkat keluaran Jepang, perangkat keluaran Korea, dan perangkat keluaran China. Item kritis disini adalah kompresor, karena itu kalo dapet kompresor dengan garansi yang lebih lama seperti 3 tahun atau 5 tahun, akan lebih baik.

Alat pendingin ruangan merek Jepang atau Korea sudah ada yang pabriknya di Indonesia. Sayangnya seri produk terbaru dengan fitur-fitur canggih biasanya masih impor dari pabrik lain di luar negeri.

Berapa kekuatan pendingin ruangan ini yang ideal? Ada hitungannya, sudah banyak tersebar di internet. Saya pakai sharp sayonara panas 3 ukuran setengah PK (AP5KHL/A5KLY) karena ukuran kamar yang mau pakai alat ini cuman 2.5x3x2.5.

Dimana belinya? Awalnya sempat survey ke Carrefour, iklan elektronik di harian Kompas, juga di glodokshop dan sinarelectric. Tapi setelah melihat-lihat toko elektronik di jalan dekat rumah dengan hitungan harga cuma beda 100 ribu rupiah saja, akhirnya saya putuskan beli di toko dekat rumah ini. Biar ntar kalo ada masalah gampang komplennya. Tapi memang harus sedikit bersabar, karena seri yang saya pesan lagi tidak ada di toko, jadi tokonya mesti mengambil lagi ke induknya di Glodok, diantar keesokan harinya.

InsyaAlloh, niat memasang AC ini supaya si sulung jadi bagus kualitas tidurnya, betah di kamarnya, begitu juga adiknya.

Sementara itu biarlah ayah dan ibunya tetap tidur berkeringat, ndeso..

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Kelupaan di servis AC-nya, baru setelah 8 bulan.

Efeknya ternyata dahsyat, sebelumnya sempat perlu suhu 20-22 C (derajat celcius) agar kerasa dinginnya, setelah di servis, suhu 26 C saja sudah cukup. Tagihan listrik bisa berkurang sampai 20-30 ribu rupiah.

Jadi, rutinlah servis membersihkan perangkat AC anda. :-)