Jumat, Oktober 16, 2009

Manajemen Proyek Praktis

Manajemen Proyek Praktis

Proyek adalah sebuah usaha temporer untuk menyelenggarakan/menghasilkan suatu produk, layanan, atau hasil spesifik.


Contoh: pekerjaan sipil (bangunan, jalan, dll), seminar, pesta pernikahan, Family gathering kantor, dll.

Contoh Pelaksana: Kontraktor sipil, event organizer, kontraktor elektrikal & mekanikal, panitia khusus, dll.


Apa yang perlu diperhatikan?


  1. Manajemen Lingkup. Apa saja yang akan dikerjakan, serinci mungkin lengkap dengan urutannya.

  2. Manajemen Waktu. Kapan pekerjaan ini harus selesai, kemudian di susun jadwalnya ke belakang untuk setiap urutan rincian pekerjaan.

  3. Manajemen Biaya. Berapa biaya yang dianggarkan dan bagaimana alokasinya?

  4. Manajemen Sumber Daya Manusia. Siapa yang akan mengerjakan apa pada saat kapan?

  5. Manajemen Komunikasi. Tanpa mekanisme komunikasi yang baik, semua perencanaan dan pekerjaan bisa berantakan semua. Sistem komunikasi harus jelas dari awal proyek, dan tidak salah jika di investasikan secara memadai untuk sarana komunikasi yang bisa diandalkan selama proyek.

  6. Manajemen Resiko. Persiapan, antisipasi resiko proyek.

  7. Manajemen Pengadaan. Bagaimana mekanisme pengadaan barang?

  8. Manajemen Integrasi.



Project Stakeholder

Project Stakeholder adalah individu atau organisasi yang secara aktif terlibat dalam proyek, mereka memiliki berbagai kepentingan baik positif maupun negatif, yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari proyek. Project team harus dapat mengidentifikasi stakeholder, untuk memahami apa yang kebutuhan dan harapan mereka, agar dapat dikelola dan diarahkan demi keberhasilan proyek.



Alat bantu:

- Software manajemen proyek, contoh: openproj, dotproject, microsoft project, primavera, Planner, dll.

Tidak ada komentar: