Minggu, Januari 17, 2010

Ramadhan: Qadha dan Fidyah

Terselip di catatan Kajian Ramadhan lalu, mengenai Qadha dan Fidyah. Dalilnya Al-Baqarah 184-185 (terjemahannya):

184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.


Qadha: Uzurnya sementara, beberapa hari atau seminggu. Tidak bersifat permanen/tidak berkelanjutan. Namun jika tetap berpuasa, maka itu lebih baik.

Fidyah: orang yang kesulitan/ketidakmampuannya dalam waktu yang relatif lebih lama, atau permanen. Fidyah jika diberikan dalam kadar lebih dari ukuran minimal, maka itu lebih baik.

(An-Nashr, Bintaro Sektor V, 15/8/2009, Ustadz Mudrika Ilyas, Lc)

Tidak ada komentar: