Selasa, Februari 09, 2010

JIN dan Manusia

JIN adalah sebutan untuk jenis makhluk, terdiri dari Jin dan Manusia. Syaithan adalah sebutan untuk sifat.

Potensi celah yang bisa dimasuki syaithan kedalam manusia (transliterasi bahasa Arab mungkin ndak pas):
  1. Al-Jahlu / Kebodohan tentang syari'ah. Berakibat timbulnya bid'ah ataupun syirik.
  2. Al-Ghab / Marah / Emosi tak terkendali.
  3. Hubbuddun ya, cinta dunia.
  4. Panjang angan-angan/obsesi terhadap kenikmatan dunia.
  5. Ambisius terhadap kenikmatan dunia.
  6. Bakhil, pelit dalam hal harta, waktu, pikiran.
  7. Kesombongan, yaitu menolak kebenaran dan meremehkan orangnya.
Metode pembentengan diri dari gangguan syaithan (secara umum serta rinciannya):
  1. Ikhlas, terlahir dari tauhid yang bersih.
  2. Menghambakan diri secara total kepada Alloh Ta'ala saja. Seluruh aktifitas hidup diupayakan bernilai ibadah.
  3. Berkomitmen untuk menyatukan diri kedalam jamaah ahlussunnah.
  4. Menjaga dan melestarikan sholat berjamaah.
  5. Berkomitmen untuk melaksanakan Al Qur'an dan Sunnah.
  6. Memohon pertolongan Alloh Ta'ala dalam menangkal syaithan.
  • Memperbanyak ketaatan beribadah.
  • mengucapkan kalimat-kalimat isti'adah (mohon perlindungan). diantaranya: Al-Baqoroh (keseluruhan), ayat kursi, 10 ayat al-baqoroh (5 awwal + 5 akhir), zikir-zikir pagi dan sore, Al-Ikhlas + Al-Falaq + An-nas.

Pengobatan terhadap kasus kesurupan
  1. Fase persiapan, menyediakan sarana yang kondusif, menyingkirkan semua gambar makhluk bernyawa, musik, dan perilaku maksiat dari tempat tersebut.
  2. Mengisi tempat tersebut dengan bacaan Al-Quran.
  3. Melepaskan segala hal yang berbau syirik /bid'ah yang melekat pada pasien seperti jimat.
  4. Mempersiapkan pasien dan keluarganya untuk suksesnya pengobatan dengan cara memberikan wawasan tentang aqidah yang shahih. Sehingga hilang rasa ketergantungan dan rasa takut kepada selain Alloh Ta'ala.
  5. Lakukan pengobatan dengan cara berbeda/menyelisihi ahli bid'ah/syirik.

Teknis pelaksanaan:
  • Bersuci dan berwudhu.
  • Pastikan aurat si pasien tertutup.
  • Air putih, bacakan pada air putih ini Al-Fatihah, atau ayat apa saja dalam Al-Quran. Sebagian air tersebut diminumkan, sebagian lagi dicipratkan ke kepala pasien, dan ke tempat-tempat yang dicurigai menjadi tempatnya syaithan.
[Blok GG-4, Mudrika Ilyas, Lc]

1 komentar:

mamawana mengatakan...

Mama suker info ini. Tq for sharing