Selasa, Juli 27, 2010

Eko Lagi Nyetir

Disini bisa dilihat tips untuk nyetir dengan baik, eco-driving. Gaya nyetir ini yang perlu eco-friendly dulu, setelah itu pastikan juga kondisi mobil selalu prima. Baru setelah itu mengoptimalkan kemampuan mobil dalam soal irit di jalan.

Setelah mengumpulkan banyak referensi dari berbagai sumber, dan dari hasil eksperimen singkat dengan Luxio transmisi manual (2010), saya dapat kesimpulan sebagai berikut:

  • RPM (rotation per minutes) makin tinggi, penggunaan BBM makin tinggi pula. Mesin berputar lebih cepat, bahan bakar yang digunakan juga lebih banyak.
  • Untuk kasus Luxio, rpm irit sekitar 2000-2500 (kondisi tanpa AC). Kecepatan yang bisa dijangkau tergantung kondisi jalan dan persneling yang digunakan.
  • Sejatinya mobil sudah di set irit oleh pabrikan, dari pengamatan saya, setiap sehabis menaikkan persnelling, rpm kembali ke posisi 2000-2200.
  • Pada kondisi jalan datar, normal lancar, posisi rpm di 2000-2500 ini bisa dipertahankan dari persnelling 2 sampai 5, dengan kecepatan sekitar 40-80 Km per jam.
  • Kecepatan diatas 80 Km per jam membuat rpm naik diatas 3000. Jadinya tidak irit.
  • Penggunaan AC membuat sistem elektrik mobil menaikkan rpm sesuai tambahan beban ACnya.

Sayangnya saya belum membuat pengukuran seperti di tulisan sebelumnya. Baru sebatas pengalaman berangkat-pulang kerja sehari-hari dengan medan 70% di jalan tol.

Sepertinya kesimpulan saya kali ini kebalikan dari kesimpulan dari tulisan saya sebelumnya, yang berkondisi kecepatan rata-rata 80 Km/jam (90% tol, kemacetan di tol sekitar 10%), kadang 100-120 Km/jam sesuai kondisi tol, dengan AC hidup, penumpang 3 orang dewasa dan 2 anak balita. Sayangnya waktu itu lupa memperhatikan rpm, tapi perkiraannya rpm berkisar antara 3000-3500, didapat penggunaan BBM sekitar 1 liter untuk 13 kilometer.

Tidak ada komentar: