Kamis, Agustus 05, 2010

Bekal Ramadhan

Alhamdulillah, tahun ini ketemu Ramadhan lagi. Tamu istimewa ini harus diterima dengan persiapan yang matang, jadi tetap ada briefing dan arahan untuk meningkatkan standar layanan. ;-)

Aktifitas Ramadhan terbagi dua:
  1. Shiyam, berpuasa di siang hari Ramadhan.
  2. Qiyam, bangun malam untuk melakukan shalat malam.
Rincian bahasan mengenai shiyam ini sudah banyak sekali. Jadi tak ditulis lagi disini. Kelonggaran untuk shiyam terbagi dua (Al-Baqarah 183-184):
  1. 'uzur Non-Permanent, dibolehkan tidak berpuasa, tapi dibayar qadha, yaitu mengganti puasa di lain hari setelah Ramadhan. Contohnya orang safar, sakit, dll.
  2. 'uzur Permanent/semi-permanent, dibolehkan tidak berpuasa dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Misalnya untuk lansia, sakit kronis menahun, ibu hamil dan menyusui yang "produktif" (tiap tahun selalu hamil-menyusui-hamil-dst..) dan mempengaruhi fisiknya.
Pembatal shiyam terbagi dua:
  1. pembatal hukum, shiyamnya dianggap hangus, contoh karena makan,minum, jima' dengan sengaja.
  2. pembatal pahala, shiyamnya sah, tapi tidak ada/rusak pahalanya, yaitu karena maksiat secara umum (mata, telinga, lisan, dll).

Qiyam Ramadhan
Bisa diterjemahkan sebagai (Qs Al-Baqarah, 185-186):
  • bangun malam untuk sholat di malam bulan Ramadhan.
  • sama dengan sholat tahajjud, karena dilakukan setelah tidur.
  • sama dengan sholat tarawih dan witir. Disebut witir karena jumlahnya ganjil, disebut tarawih karena ada istirahatnya setiap 4 rakaat (2 rakaat 1x salam). Tarawih merupakan bentuk jamak dari tarwihatun, satu kali pengistirahatan.
  • sama dengan qiyamullail/sholatullail.
Pada dasarnya tidak ada perbedaan jumlah rakaat shalat malam Rasullulloh antara malam Ramadhan dengan di luar Ramadhan, yaitu 11 rakaat.

Bagi yang kesulitan bangun malam untuk qiyam, tidak mengapa shalat tarawih dilakukan langsung setelah 'Isya. Tapi Rasululloh, dan Umar radhiyallohu anhu melakukannya di sepertiga akhir malam dengan tidur terlebih dahulu.

Shalat shubuh disebut juga sholat fajar karena waktunya bertepatan dengan terbitnya fajar. Makan sahur dilakukan menjelang masuknya waktu shubuh, sekira 30 menit menjelang, diakhirkan lebih baik.

* tarhib Ramadhan DKM Al-Fath, JIN-MM2100, Ustadz Syaikh Mudrika Ilyas, Lc.

Tidak ada komentar: