Rabu, November 10, 2010

Perbandingan Tarif Listrik Prabayar dan Pascabayar PLN 2010

Penasaran dengan listrik prabayar (LPB). Dari pengalaman teman-teman yang menggunakan, LPB cukup nyaman penggunaannya.

Memang ada kesulitannya, yaitu kadang
server PLN untuk memproses isi ulang pulsa (voucher token PLN) pelanggan kadang offline berhari-hari, sungguh menyeramkan. Mudah-mudahan saat ini sudah tidak kejadian lagi. Pembelian pulsanya sendiri bisa lewat ATM Bukopin dan Mandiri, dan mungkin ada bank lain juga, bisa juga lewat agen-agen pembayaran / penjualan pulsa yang banyak di perumahan-perumahan.

Perbandingan tarifnya mengacu ke Peraturan menteri ESDM No. 7 Tahun 2010, sbb:



Dari sisi tarif, LPB untuk pelanggan dengan daya dibawah 1300 VA tidak dikenakan blok tarif, sementara di versi pascabayarnya ada blok tarif yang memungkinkan tagihan lebih murah jika penggunaan terkendali di blok tarif terendah. Untuk pelanggan dengan daya 1300 VA keatas tarif Listrik Prabayar dengan Pascabayar sama saja.


Gol/Tarif Batas Daya Regular Prabayar
VA Biaya Beban Biaya Pemakaian (Rp/kWh)
R-1/TR 1300 RM* 790 790
R-1/TR 2200 RM* 795 795

RM* = 40 (jam nyala) x Daya Tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian.


Sepertinya sama saja. Tapi tidak tahu juga aktual dilapangan bagaimana, tolong infokan kalau ada yang tahu.

Cara menggunakan Listrik Prabayar :

  • Membeli voucher token di loket penjualan. Nomor serial meter harus sesuai dengan identitas pelanggan agar token kWh bisa digunakan.
  • Pelanggan mendapatkan 20 digit di struk pembelian token untuk diinputkan melalui keypad yang ada di meter prabayar dan akan terlihat di display meter.
  • Meter prabayar akan mengecek dan jika nomor token valid, layar meter menunjukkan nilai kWh sesuai yang dibeli. Listrik pun bisa digunakan.
  • Kontrol selalu pemakaian dan nilai kredit kWh di meter prabayar. Jika sisa di bawah 20 kWh, lampu peringatan (LED) berubah merah atau muncul suara peringatan (buzzer) dari meter prabayar.
  • Jika sisa kWh habis, listrik otomatis padam. Untuk menghidupkannya, input 20 digit nomor token baru.
Satu hal lagi, LPB tidak pake abonemen, jadi cocok juga untuk kos-kosan atau rumah kontrakan, tidak perlu bayar abonemen jika lagi tidak dipakai/tidak ada penghuninya.

9 komentar:

Anonim mengatakan...

dusta tarifnya itu maz bro.... aq pake yg 1300V beli token pulsa yg 20ribu cuma dapet 21kwh doang... coba beli yg 25 ribu dapet cuma 27kwh....

Teguh Ramanal mengatakan...

kalau punya detail transaksinya, biasanya terlihat dari nilai pembelian berapa yang untuk pulsa, berapa pajak, dan biaya lainnya.
info temen yang pake internet banking Syariah Mandiri, detail transaksinya ada.

Anonim mengatakan...

Beneran tarifnya Rp. 790 / Kwh. Kenapa dapat sedikit karena uang sebesar Rp. 20.000 itu di potong untuk biaya Administrasi sebesar Rp. 1.900 (ditempat saya) dan biaya PPJ sekitar Rp. 1.600. Jadi uang untuk Token (beli pulsa) sebesar Rp. 16.500. So tinggal di bagi aja..
Mudahan ada manfaatnya... Bro

Anonim mengatakan...

saya sejak beberapa bulan ini sudah pake listrik pra bayar. beli token lewat internet banking syariah mandiri. PPJ adalah pajak penerangan jalan kalo ndak salah.

Cukup praktis karena kita bisa kontrol sendiri pemakaian sesuai jumlah token yang dibeli, dan tak perlu ada petugas yang masuk pekarangan mencatat meteran. Juga ndak perlu repot jika meninggalkan rumah dalam waktu berhari-hari, tinggal siapkan token sesuai estimasi pemakaian selama ditinggal seperti untuk lampu teras.

Anonim mengatakan...

mahal daerah mojokerto,20.000 cma buat 2 minggu,pdhal cma ada 3 lampu ma magic com aj

Learning By Doing mengatakan...

Mahal tergantung banyaknya perangkat listrik yang dipakai dan lama pemakaiannya. Magiccom, Dispenser,Setrika alat yang mengandung elemen lainnya memang agak lebih menyedot pulsa dibanding perangkat yang pakai kumparan/dinamo seperti mesin cuci, komputer. Lampu pakai yang LHE atau Lampu Hemat Energi akan lebih murah kalau pakai lampu LED dibanding pakai Bohlam. PPJ itu yang tinggal didaerah gelap alias dijalan gak ada lampunya harus ikut menanggung yang jalannya banyak lampunya seperti di daerah kota kasihan yang di desa atau pinggiran, penerangan jalan kadang diambil dari line kabel dari rumah tapi ikut subsidi orang kaya di kota. Gak Adil Broo. Perlu di REFORMASI tuh? PPJ biasanya dikelola PEMDA setempat,PLN hanya fasilitas saja. Semoga info ini bermanfaat.

Mardi mengatakan...

Kalau menurutku gak ada bedanya! aku beli token 50ribu dapatnya 108kwh yang reguler pemakaian 108kwh sebulan juga bayar 50ribu jadi tidak ada bedanya brow...

Ahmad Suwito mengatakan...

ak masih belum mengerti, terlalu sulit tidak ya Admn jika mamakai yang prabayar ?
Sebab tempatKu terlalu jauh dari kota

Teguh Ramanal mengatakan...

sekarang penjualan pulsa token listrik prabayar sudah sangat banyak pilihannya.
- atm
- internet banking
- kios pulsa (pulsa hanphon, listrik, dll), cukup pake hp saja alatnya.


minimal kios pulsa bisa mencapai desa sekalipun, karena modalnya hanya stok pulsa dan handphone.