Jumat, November 25, 2011

Server Rakitan / Lokal, Adu Nyali?

Minggu ini, minggu ketiga November 2011, sebuah server baru datang, setelah dipesan 3 minggu lalu. Server tanpa merek ini menggunakan mainboard Supermicro seri Mainboard H8DG6-F, casing juga yang pas board-nya (dual PSU + 8 disk drive cage), dipasangi prosesor AMD Opteron 24 core (2x Opteron 12 core, soket G34), dengan memori 32 GB.

Mesin baru ini untuk menggantikan mesin lama yang merek lokal, menggunakan board Tyan Tempest, prosesor Intel Xeon dobel dual core, memori DDR2 reg 14 GB. Juga dibeli di bulan November, tahun 2006. Mesin lama dan baru sama-sama menggunakan disk SAS 15k rpm.

Secara penugasan, tepat 5 tahun bertugas sebagai server utama database, dengan data berkisar 15-20 GB dan puluhan ribu transaksi per hari.

Alhamdulillah, selama ini mesin Tyan Xeon ini cukup baik kinerjanya. Memang sempat ada beberapa kali masalah, ternyata karena memasukkan disk SATA diantara disk SAS-nya. Juga karena sempat ada beberapa keping memori yang bermasalah, yang untungnya lifetime warranty, jadi bisa di klaim ke vendornya. Maklumlah, karena pake mesin rakitan, spare part otomatis yang banyak di pasaran saja, generik, sehingga bisa saja kualitas atau konfigurasinya sedikit beda.

Pengalaman lainnya, penambahan prosesor kedua, jika di awalnya tidak langsung dual prosesor, ternyata cukup berisiko. Mesin Tyan Xeon ini sempat diinapkan di vendor karena pemasangan prosesor kedua tidak mulus, mesin jadi tidak stabil.

Berbekal pengalaman inilah, mesin baru Supermicro ini langsung dipasangi 2 biji Opteron 12 core. Memori cukup 4x 8 GB dulu, idealnya minimal 2 (4x 8 GB), mudah-mudahan penambahan memori ini lancar saja. Berhubung anggaran terbatas, mesin baru ini dibeli tanpa harddisk, harddisk-nya diambil dari mesin Tyan sebanyak 3 buah, dan Alhamdulillah cocok saja.

Kenapa tidak beli yang branded misal yang 2 huruf, 3 huruf, atau 4 huruf saja? Dari hasil pengkajian, didapat fakta bahwa:

  • Availability cukup ditoleransi. Misalnya kalau dalam setahun ada 1-2 kali shutdown di jam kerja sampai 3 jam masih diterima. Transaksi tinggi hanya di siang hari hari kerja. Ini mengakibatkan beberapa pilihan yang membuat mahal seperti hot-swap disk, atau bahkan storage server, atau perlunya mesin cadangan yang siap pakai tidak terlalu diperlukan.
  • Bentuk fisik server, tidak perlu harus yang masuk rak, tower pun ndak masalah karena ruangan masih cukup lega, karena lokasi jauh diluar Jakarta. Ini juga cukup membuat harganya jadi lebih murah.


Mudah-mudahan mesin kali ini lebih lancar dan juga tetap awet dengan kinerja tinggi.






Tidak ada komentar: