Minggu, Januari 19, 2014

Raspberrypi

Tulisan ini dibuat melalui raspberrypi, setelah dipasang pidora. Pidora adalah remix dari Fedora untuk Raspberrypi. Karena hanya menggunakan SD Card standar 4GB merek V-GEN, tak ada ruang lagi untuk instal aplikasi tambahan, di pidora menggunakan yum-extender.

Penyiapan raspberry meliputi beberapa tahap:
  1. Penyiapan perangkat keras. Saya dapat raspberry ini dalam box sederhana tanpa perangkat tambahan. Perangkat yang diperlukan adalah:
    • power supply, bisa menggunakan charger android atau blackberry yang menggunakan konektor mini-usb, daya minimal 0.7 A di 5V.
    • kabel VGA HDMI. konektor digital yang tersedia adalah HDMI (video + audio), sedangkan untuk analog ada dua konektor RCA untuk audio dan audio.
    • USB mouse dan USB keyboard. Karena hanya ada dua colokan USB, mungkin sebaiknya menggunakan USB mouse dan keyboard dalam satu dongle, biasanya ada merek logitech model wireless.
    • Kabel LAN, untuk koneksi RJ45. 
    • SD Card, ukuran 4 GB atau lebih besar, semakin cepat semakin baik. Karena itu SD Card class 6 atau yang lebih cepat lagi class 10 akan lebih baik
  2. Perangkat lunak. Kartu SD yang diformat dengan tools ini, menggunakan partisi FAT32, siap diisi dengan unzip dari file NOOBS Raspberry.

Komputer Raspberrypi ini tidak mempunyai tombol power. Jadi ketika kabel daya dicolokan, raspberry otomatis akan boot. Jika tidak ada masalah, akan tampil layar berikut:


Sayangnya di NOOBS v1.3.4 pilihan Raspbian yang recommended malah tidak bisa dipasang. Tes pertama ini saya pasang Pidora, detailnya seperti dibawah.


[root@raspi ~]# free
             total       used       free     shared    buffers     cached
Mem:        446664     277408     169256          0       6776      95256
-/+ buffers/cache:     175376     271288
Swap:       524284       9808     514476

[root@raspi ~]# uname -a
Linux raspi.local 3.6.11 #1 PREEMPT Wed Sep 18 14:26:26 EDT 2013 armv6l armv6l armv6l GNU/Linux

[root@raspi ~]# df -h
Filesystem      Size  Used Avail Use% Mounted on
rootfs          2.2G  2.2G     0 100% /
/dev/root       2.2G  2.2G     0 100% /
devtmpfs        219M     0  219M   0% /dev
tmpfs           219M     0  219M   0% /dev/shm
tmpfs           219M  884K  218M   1% /run
tmpfs           219M     0  219M   0% /sys/fs/cgroup
tmpfs           219M   20K  219M   1% /tmp
/dev/mmcblk0p5   99M   45M   54M  46% /boot

Pidora ini menggunakan desktop XFCE. Agak terasa lambat responnya, mungkin karena kartu SD masih menggunakan model yang standar. Selain itu software instalasi bawaan terlalu sedikit, hanya browser midori, dan AbiWord. Tidak ada MediaPlayer yang bisa memutar Video, juga tidak ada aplikasi pengedit gambar. Tampilan layar raspberrypi ini di layar LED FullHD (1920x1080) tidak bisa sampai ke pinggir layar.

Dengan ruang kartu SD 4 GB, sama sekali ndak bisa menambah aplikasi. Mungkin idealnya adalah 16 GB ~ 32 GB. Kartu SD yang lebih cepat mungkin akan signifikan, karena menggunakan kartu SD standar (class 4?), cukup berasa lambat respon desktopnya. Berikut pesan error ketika menjalankan yumex.

Insufficient space in download directory /var/cache/yum/armhfp/18/pidora
    * free   0 
    * needed 100 k

You can try starting 'yumex -n' from a command line
and deselecting the repositories causing problems
and try again.



Berikut gambar-gambarnya.








Mungkinkah raspberry ini kehilangan momentum dengan makin murahnya ponsel pintar android berlayar 5" keatas?

4 komentar:

sigid wahyu utomo mengatakan...

Mantap....
Udah lama banget nih pengen coba raspberry pi, tapi blom kesampean.

Belakangan malah gak pengen lagi dan pindah ke lain mainboard...;-)
Jadi pengen sama arduino starter kit.
http://arduino.cc/en/Main/ArduinoStarterKit#.UwXYG4WP8-8

Teguh Ramanal mengatakan...

raspberrypi ini masih tanggung, karena yg OSnya pidora atau raspbian belum ada driver vga yg bagus sehingga tak bisa play video.

sedangkan XBMC bisa play video tapi tak multifungsi.

Arduino starterkit ini mainan serius.. udah ada yang jual lokal kah?

sigid wahyu utomo mengatakan...

Akhirnya kesampean juga beli raspberry dan langsung install pake raspbian image.
Hasil OK, smentara pake buat webserver.

Btw kalo mau arduino di jaknot sudah ada yg kit version.
http://www.jakartanotebook.com/search?category=0&key=arduino

Teguh Ramanal mengatakan...

dirumah posisinya masih nganggur nih..
belum tahu apa yang enak untuk raspbpi ini.