Minggu, Maret 08, 2015

Pengerjaan Kusen Kayu Dengan Pelapisan Politur

Rumah yang sudah berumur 10 tahun lebih, mungkin sudah ada beberapa bagian berbahan kayu yang perlu diganti. Apalagi rumah dari developer biasanya berbahan seadanya. Misalnya kusen yang sudah dimakan rayap.

Penggantian Kusen

Kusen dari kayu meranti, ataupun kayu nangka, dengan pintu panel dari kayu mahoni saat ini adalah pilihan yang cukup murah. Lubang angin diatas pintu/jendela, biasa disebut juga jalosi, mungkin sudah tidak disukai di kota besar yang banyak menggunakan ruangan berpenyejuk.

Proses penggantian kusen:
  1. Sebelum kusen lama dibongkar, pastikan kusen baru diposisikan di rencana tempat barunya, sehingga didapat daerah yang perlu dibongkar dengan presisi, termasuk area untuk membenamkan besi angkur kusen ke dalam dinding.
  2. Bongkar area yang sudah ditandai tersebut, yang pastinya termasuk kusen lama yang akan diganti.
  3. Bersihkan area pembongkaran agar tidak mengganggu pekerjaan selanjutnya.
  4. Lakukan pengukuran dan penimbangan kusen baru sehingga bisa dipasang dengan presisi di tempat yang disediakan tersebut, dengan kayu pendukung yang memadai. 
  5. Kayu pendukung kusen baru ini bisa dipasang sebidang dengan dinding, biasanya di sisi atas dan bawah, dengan titik referensi ke salah satu dinding saja, sedangkan bidang melintangnya cukup dipastikan dengan waterpas agar datar dan diset di sepatu kusen. Sepatu kusen ini adalah papan pendukung kusen di bawah agar tidak langsung menyentuh lantai, sekaligus sebagai cetakan adonan semen saat pemasangan.
  6. Pasang adonan semen di sela kusen baru dan dinding lama, tambahkan potongan bata jika diperlukan. Perbandingan semen dalam adonan bisa ditambah jika ingin lebih kuat dan cepat digunakan.

Bahan yang dibutuhkan dalam pelapisan kusen:
  1. Impra wood filler - kamper, untuk pelapis pengisi kayu - seperti dempul.
  2. Thinner kaleng - impala, untuk mengencerkan wood filler, dan lainnya.
  3. Amplas kasar, seri 200 sudah cukup.
  4. Amplas halus, saya pakai seri 400.
  5. Cat pewarna Ultran P-01 warna Teak.
  6. Cat pengkilap Ultran P-01 Clear gloss.

Proses pelapisan kusen:
  1. Amplas kusen dengan amplas kasar, kemudian dengan amplas halus.
  2. Terapkan wood filler dengan menggunakan kuas halus, ratakan dengan pisau dempul, lalu amplas halus.
  3. Terapkan cat pewarna Ultran.
  4. Terapkan cat pengkilap Ultran.

Perawatan.

Perawatan kayu perlu mengenal jenis kayunya. Singkatnya sbb:

Tekstur
Contoh
Kayu bertekstur halus
Agatis, Rasamala, Sawo
Kayu bertekstur sedang
Mahoni
Kayu bertekstur kasar
Jati, Kamper, Keruing, Kelapa
Kayu bertekstur lurus
Jati, Kamper, Keruing, Mahoni, Kelapa
Kayu bertekstur bergelombang
Bangkirai
Tabel 2 : Penggolongan Tekstur Kayu
Sumber: Frick, Heinz Ir. 1996. Ilmu Bahan Bangunan. Yogyakarta, Kanisius, 2006. h. 32


Tabel Kelas kayu menurut keawetannya
Kelas (tingkat) keawetan kayu
I
II
III
IV
V
Selalu berhubungan dengan tanah lembap
8 tahun
5 tahun
3 tahun
Sangat pendek
Sangat pendek
Tidak terlindung, tapi dilindungi dari pemasukan air
20 tahun
15 tahun
10 tahun
Beberapa tahun
Sangat pendek
Tidak berhubungan dengan tanah lembap, dibawah atap dan dilindungi dari kelemasan beban
Tak terbatas
Tak terbatas
Sangat lama
Beberapa tahun
pendek
Seperti diatas, tetapi selalu dipelihara
Tak terbatas
Tak terbatas
Tak terbatas
20 tahun
20 tahun
Serangan rayap
tidak
jarang
Agak cepat
Sangat cepat
Sangat cepat
Serangan bubuk kayu kering dan sebagainya
tidak
tidak
Hampir tidak
Tak seberapa
Sangat cepat
Contoh Kayu






Tabel Kelas kayu menurut keawetannya.
Sumber: NI-5. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961. Edisi ke-8, Bandung 1976. Hal 65-66, dikutip oleh Frick, Heinz Ir. 1996. Ilmu Bahan Bangunan. Yogyakarta, Kanisius, 2006. H.26.

Berdasarkan  sifat-sifat,  kekuatan,  keawetan,  dan  mutunya,  jenis  kayu dibagi menjadi lima golongan, yaitu:

Golongan 1
 jati, johar, kayu arang, bangkirai, dan lain-lain
Golongan 2
 rasamala, weru, merawan, sonokambang, dan lain-lain
Golongan 3
 mahoni, kamper, puspa, dan lain-lain
Golongan 4
 meranti, jeungjing, dan lain-lain
Golongan 5
 balsa, kemiri, dan lain-lain.

Demikian referensi singkatnya.

Tidak ada komentar: