Jumat, Desember 25, 2015

Antena Parabola

Saya tidak ahli tentang antena parabola, jadi ini adalah catatan kecil saya perihal hal-hal terkait antena parabola yang perlu diketahui.


  1. Ada banyak satelit yang memancarkan saluran radio/tv/atau komunikasi lainnya di langit sana. Misal satelit Palapa D, satelit Asiasat.
  2. LNB, Low Noise Block converter adalah alat untuk menerima sinyal elektromagnetik dari satelit, yang dipantulkan oleh piringan yang berbentuk parabola, kemudian dikumpulkan di Feed Horn, diterima oleh antena di dalam LNB, kemudian diubah frekwensinya di dalam LNB menjadi frekwensi yang lebih rendah, agar yang bisa disalurkan dengan kabel coaxial ke receiver dengan lebar frekwensinya pada band L, 950 MHz ~ 2050 MHz. Tergantung sinyal yang akan diterima, ada berbagai LNB, antara lain LNB C band, Ku band. Frekwensi LNB Default Cband 5150, Kuband 9750 - 10500 / Universal, Sband 3620.
  3. Isian 22KHZ sesuaikan dengan switch yang dipakai, misalnya kita pakai switch ON/OFF atau twin LNB, maka kita pilih OFF/Mati dan ON/Hidup pada salah satu LNB. Biasanya pada switch sudah tertera tulisannya. Namun pada twin LNB kita pilih off untuk yang langsung konek ke receiver, sedang yang satunya kita pilih ON. Misalnya Palapa kita gunakan off dan Telkom kita gunakan on (ingat ini hanya untuk yang memakai switch 22k).
  4. Isian Daya LNB pilih 13/18V
  5. default password di banyak receiver satelit untuk setting saluran satelit ini adalah 0000.